Himpunan Alumni IPB
Biakman Irbansyah, Sang Inisiator Kampung IPB

“Kehidupan kita harus memiliki prioritas dan mempunyai nilai kontribusi bagi orang lain,” demikian pesan yang disampaikan Dr. Ir. Biakman Irbansyah MBA, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menginisiasi Kampung IPB, sebuah gerakan alumni IPB membangun untuk kemakmuran masyarakat pertanian Indonesia.

 

Pria yang sejak Sekolah Dasar sudah bercita-cita menjadi insinyur pertanian di IPB, saat ini menjabat posisi penting di beberapa perusahaan, antara lain sebagai President Commissioner PT Insan Prima Berdikari sejak 2015, yang bergerak di bidang pengembangan dan pembangunan sistem pertanian berkelanjutan dengan praktik usaha tani terpadu, serta President & CEO PT Wahana Insan Nararya Internasional, perusahaan konsultan manajemen stratejik yang berfokus pada jasa konsultasi strategy blueprint formulation, management development program, HR diagnostic & audit.

 

Selain dua perusahaan tersebut, beliau juga menduduki posisi-posisi penting di setidaknya empat perusahaan lain yang bergerak dalam bidang pengembangan modal insani, manufaktur, serta distribusi.  Beliau juga aktif sebagai ketua Yayasan Kesatuan di Bogor yang bergerak di bidang pendidikan, serta ketua Yayasan Insan Prima Berdikari yang bergerak dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.

 

Meskipun dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga bukan petani, namun kondisi Jakarta tahun 70-an, saat masa kecilnya, yang masih dipenuhi dengan hamparan padi menguning, petani yang membajak sawahnya dengan kerbau, hasil-hasil kebun buah yang melimpah, menjadikan daya tarik dan impian baginya untuk bergerak dan menjadi insinyur pertanian. Niat dan keinginan itulah yang akhirnya membuat Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Wiraswasta Indonesia, diterima di IPB angkatan 20 melalui jalur Perintis II (sekarang SNMPTN-red) tahun 1983.

 

Baginya, IPB tidak sekedar tempat mendapatkan ilmu pengetahuan tapi menjadi ‘Rumah’ yang membentuk pondasi, karakter yang kuat bagi para mahasiswanya. Berkat Bapak Prof. Andi Hakim Nasution, saat itu menjabat Rektor IPB, yang menerapkan pola pendidikan dan pengajaran yang menciptakan lulusan yang tidak semata kuat dalam pengetahuan akademis, namun juga dibekali nilai-nilai unggul yang membentuk kecerdasan daya juang (striving spirit) dan kecerdasan daya saing (competitiveness) yang luar biasa. Selain itu, menurut pria yang pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa  Proteksi Tanaman (Himasita) dan Wakil Ketua Senat Fakultas Pertanian IPB, ia mendapatkan kekuatan jejaring silaturahmi yang luar biasa antar sesama alumni dan dosen.

 

Sejak tahun 1988, ia sudah bekerja di perusahaan multinasional asal Swiss, Ciba, yang bergerak dalam bidang agrochemical. Diangkat menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hama dan Penyakit Tanaman IPB tahun 1989, untuk penempatan sebagai Field Trialist di Lembang, Bandung hingga tahun 1995. Saat bekerja di perusahaan tersebut, pria yang juga akrab disapa Kang Obik ini banyak menghasilkan inovasi dalam metodologi riset lapangan dan laboratorium serta  pernah menjadi International Trainer of Integrated Pest Management dan melanglang buana ke lebih dari 20 negara.  Biakman Irbansyah kemudian berkarir di perusahaan multinasional asal Jepang, SDS Biotech. KK, sebagai Technical & Training Manager, yang lebih terkonsentrasi mengurusi pengembagan sumber daya manusia, selama rentang 1995-1997.

 

Tahun 1997 hingga 1998, Biakman Irbansyah melanjutkan pendidikan magister di Georgia State Universty mengambil Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Marketing. Pulang dari Amerika, pria yang pernah menjabat sebagai President Indonesia Strategic Management Society  ini, melanjutkan karir di perusahaan multinasional asal Australia, salah satu pemain dunia di Industri agrokimia, dari tahun 1999 sampai 2004, sebagai National Sales Manager hingga menjabat sebagai Vice President dengan prestasi luar biasa salah satunya mengangkat perusahaan dari rangking 20 besar di industri agrokimia menuju peringkat 5 besar. Tahun 2005, ia melanjutkan pendidikan Doktor kekhususan Strategic Management di Universitas Indonesia.

 

Biakman Irbansyah dengan karir yang demikian cemerlang sebagai eksekutif puncak ini pada akhirnya, menemukan turning point dalam hidupnya.  Segudang pencapaian yang diraih selama ini ia merasa, hanya dinikmati untuk pribadi dan keluarga. Hingga muncul pertanyaan dalam benaknya, apa kontribusi saya untuk orang lain? Berangkat dari kesadaran itu, Biakman Irbansyah memutuskan keluar dari karirnya yang tengah berada di puncak dan memutuskan untuk menggeluti dunia usaha nyata, sebagai Entrepreneur.

 

Awal-awal menjadi entrepreneur, merubah mindset dari top eksekutif dengan segala kemudahan yang ada lalu harus bersusah payah berjuang lagi sendiri dari nol sebagai entrepreneur, merupakan tantangan yang memerlukan usaha luar biasa bagi Biakman Irbansyah. Sejak menempuh pendidikan di IPB, dulu iklim universitas sayangnya belum mengajarkan jiwa dan semangat entrepreneurship. Kegagalan menjadi hal yang harus dihadapinya beberapa kali. Akibat perbedaan prinsip dan kurangnya komitmen mitra bisnis.

 

Bagi Biakman Irbansyah, menjadi entrepreneur mempunyai keuntungan sendiri yakni memiliki kebebasan pola berpikir dan kreatifitas serta memiliki kebebasan memilih mitra serta orang-orang di bawahnya yang tepat menjadi leader-leader dalam komunitasnya masing-masing. Dan yang paling penting memiliki kebebasan membuat manjemen waktu sehingga peluang memperkuat jejaring silaturahmi agar lebih banyak terjalin.

 

Menjadi entrepreneur, juga telah mengantar Biakman Irbansyah bersama 12 rekannya alumni IPB Angkatan 20 (Genesis), menggagas dan menginisiasi berdirinya gerakan alumni membangun dengan bendera “Kampung IPB”.  Gerakan ini adalah wujud idealisme dan kontribusi hidupnya dalam menciptakan nilai dan memberikan manfaat bagi orang lain yang berbasiskan idealisme keIndonesiaan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat pertanian Indonesia.

 

IPB di dalam nama Kampung IPB adalah akronim dari Insan Prima Berdikari, sebuah model pengembangan sistem pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture) yang terintegrasi dalam praktik usaha tani terpadu (Integrated Farming).  Pada praktiknya, Kampung IPB mengedepankan kelayakan skala ekonomi bisnis pertanian modern. Awalnya, Kampung IPB ini merupakan gerakan untuk menyelamatkan lahan bekas perkebunan kelapa sawit di Cikeusik, Banten, agar tidak dikonversi peruntukannya dari pertanian menjadi non pertanian. Karena kelapa sawit yang tidak produktif lagi dan minat generasi muda yang semakin menurun di bidang pertanian, para petani pemilik lahan lebih menginginkan menjual kebun-kebunnya. Kekhawatiran dan keprihatinan Biakman Irbansyah, yang saat ini juga sebagai dosen program pasca sarjana FEB UI, beserta 12 penggagas lainnya terhadap hal ini amat beralasan dengan masifnya alih fungsi lahan pertanian termasuk lahan-lahan tersebut, maka digagaslah konsep Kampung IPB.

 

Lahirnya Kampung IPB juga dimaknai sebagai gerakan kebersamaan alumni IPB yang guyub dalam jejaring persahabatan dan kekeluargaan.  Pencantuman nama IPB sebagai akronim dari Insan Prima Berdikari, tidak lebih merupakan wujud rasa bangga dan cinta kepada almamater IPB.  Para penggagasnya mengajak seluruh alumni untuk bergabung dalam proses penciptaan kemakmuran dengan memanfaatkan peluang dan tantangan, mengembangkan kreatifitas dan inovasi serta menciptakan usaha tani bertumbuh secara eksponensial dan berdaya saing.

 

Kampung IPB dikelola oleh PT Insan Prima Berdikari dan Yayasan Insan Prima Berdikari. Prinsip pengelolaannya berpegang pada azaz 3-Reals.  Pertama, Real Ownership melalui akuisisi resmi tanah berupa kavling-kavling ber-SHM (sertipikat hak milik) seluas 1,3-1,6 hektar oleh individu alumni IPB. Kedua, Real Business terbuka peluang-peluang menjadi pemilik bisnis pertanian berorientasi jangka panjang yang menguntungkan. Dan ketiga, Real Engagement berupa keterlibatan nyata dengan kunjungan, supervisi, pengawasan dan memberikan masukan berkala untuk kemajuan bersama.  Saling menjaga silaturahmi, selalu ceria dan menjadi generasi yang berbahagia.

 

Biakman Irbansyah mengatakan, Goal Besal dari gagasan Kampung IPB ini adalah menjadikannya sebagai mahakarya (masterpiece) dan kebanggaan bersama bagi alumni IPB, yang akan diwariskan dari generasi ke generasi. Goal besar ini harus mampu menjadikan Kampung IPB sebagai role-model pertanian berkelanjutan dan usaha tani terpadu yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat pertanian, penerapan Creating Shared Value (CSV), dan pengelolaan bisnis pertanian dalam skala kelayakan ekonomi usaha tani yang modern.  Gerakan Kampung IPB harus mampu membangun kebanggaan generasi muda Indonesia terhadap profesi pertanian sebagai pilihan cerdas masa depan mereka, dengan alumni IPB sebagai peran utamanya berkiprah bagi bangsa dan negara. (Erick)


Galeri
Korporat
Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 09:03 WIB
Kamis, 17 September 2015 09:29 WIB
Rabu, 16 September 2015 07:28 WIB
Jum'at, 28 Agustus 2015 09:57 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 14:01 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:30 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:23 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:19 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 11:02 WIB
Rabu, 20 Mei 2015 10:57 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:14 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:07 WIB
Kamis, 30 April 2015 14:05 WIB
Selasa, 28 April 2015 01:43 WIB
Tokoh
Kamis, 16 Maret 2017 07:58 WIB
Senin, 6 Maret 2017 16:46 WIB
Selasa, 28 Februari 2017 11:46 WIB
Rabu, 25 Januari 2017 12:43 WIB
Jum'at, 20 Januari 2017 09:42 WIB
Jum'at, 6 Januari 2017 13:46 WIB
Minggu, 30 Oktober 2016 21:42 WIB
Jum'at, 21 Oktober 2016 04:35 WIB
Senin, 17 Oktober 2016 12:14 WIB
Selasa, 19 Januari 2016 12:58 WIB
Senin, 28 Desember 2015 11:18 WIB
Jum'at, 18 Desember 2015 15:34 WIB
Senin, 14 Desember 2015 15:44 WIB
Rabu, 9 Desember 2015 10:32 WIB
Senin, 26 Oktober 2015 20:29 WIB
Senin, 12 Oktober 2015 07:54 WIB
Selasa, 22 September 2015 12:04 WIB
Senin, 7 September 2015 14:33 WIB
Sabtu, 22 Agustus 2015 09:41 WIB
Selasa, 21 April 2015 11:30 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:39 WIB
Minggu, 19 April 2015 19:34 WIB
Kamis, 16 April 2015 20:44 WIB
Artikel
Kamis, 12 Oktober 2017 00:00 WIB
Senin, 25 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 22 September 2017 00:00 WIB
IPB
Sabtu, 16 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 8 September 2017 00:00 WIB
Jum'at, 11 Agustus 2017 00:00 WIB
Rabu, 7 Juni 2017 00:00 WIB
Senin, 8 Mei 2017 00:00 WIB
Rabu, 15 Maret 2017 00:00 WIB
Selasa, 14 Maret 2017 00:00 WIB
Sabtu, 4 Maret 2017 00:00 WIB
Jum'at, 3 Maret 2017 00:00 WIB
Minggu, 26 Februari 2017 00:00 WIB
Sabtu, 25 Februari 2017 00:00 WIB
Jum'at, 24 Februari 2017 00:00 WIB
Rabu, 8 Februari 2017 00:00 WIB